Thursday, March 24, 2016

Tentang Taiwan

Taiwan adalah sebuah pulau di Asia Timur. Letaknya tepat di seberang Hongkong. Pulau ini dihubungkan ke timur oleh Samudera Pasifik, ke selatan oleh Laut Tiongkok Selatan (Laut Cina Selatan) dan Selat Luzon, ke barat oleh Selat Taiwan, dan ke utara oleh Laut Tiongkok Timur (Laut Cina Timur).




Dua Versi Taiwan - Dua Versi Tiongkok
Sampai hari ini, Taiwan di klaim sebagai salah satu Provinsi bagian dari Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT/RRC - Nama internasionalnya adalah People Republic of China (PRC) ), merujuk kepada pendapat bahwa RRT merupakan penerus Republik Tiongkok sejak 1949, dan Republik Tiongkok telah memerintah Taiwan selama 4 tahun dari 1945 sampai 1949.

Namun, di sisi lain, Taiwan di klaim sebagai negara sendiri dengan nama resmi Republik China (Nama internasionalnya Republic of China (ROC)), merujuk pada pendapat bahwa ROC masih dan tetap terus berdaulat sejak pertama kali di deklarasikan tahun 1 Januari 1912.
Dalam prakteknya, pemerintahan di Taiwan saat ini dilakukan dengan mandiri oleh Republik China (ROC).

Info lebih lanjut buat yang suka baca sejarah, silahkan cek
https://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Tiongkok (RRC)
https://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Tiongkok (ROC)

Membicarakan soal hubungan politik antara RRT dan ROC di Taiwan adalah hal sensitif dan sebaiknya dihindari.


Indonesia mendukung Satu Tiongkok - Satu China
Dalam dua klaim tersebut, posisi indonesia adalah mengakui Satu Tiongkok (One China). Kebijakan Satu Tiongkok menyatakan bahwa Republik Rakyat Tiongkok adalah pemerintah resmi Tiongkok daratan (termasuk Tibet), Hong Kong, Macau dan Taiwan. Semua negara yang ingin melakukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok harus menerapkan kebijakan ini dan menghindari hubungan resmi dengan Republik Tiongkok (Taiwan). sumber: wikipedia

Oleh karena kebijakan tersebut, makanya tidak ada hubungan diplomatik berupa Kedutaan besar Taiwan di Indonesia.
Namun, sebagai gantinya, Taiwan membuka kantor dagangnya di Indonesia yang dinamakan TETO - Taipei Economic Trade Office (www.roc-taiwan.org/id).
Begitupun Indonesia membuka kantor dagangnya di Taiwan yang dinamakan KDEI - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (www2.kdei-taipei.org). Melalui kedua kantor itulah urusan birokrasi antara Indonesia dan Taiwan dilakukan, seperti penerbitan Visa (Kunjungan, kerja, dsb), urusan ijin perdagangan, urusan pernikahan, dan lain sebagainya.

Jadi, jangan nyari kedutaan besar taiwan di jakarta lewat google ya. ga bakal ada :)

Well, bagaimanapun hubungan politik mereka biarlah demikian adanya. Yang penting orang Indonesia dan etnis Tionghoa (baik di RRT maupun ROC) masih tetap bisa berhubungan dengan baik. Karena begitulah kenyataannya, bahwa hubungan orang Indonesia dan etnis Tionghoa sebenarnya sangat dekat. Bahkan kerap kita jumpai diantara mereka punya sanak keluarga (suami/istri/bapak/ibu/saudara kandung) yang adalah WNI, begitupun sebaliknya sanak keluarga mereka adalah warga negara RRT dan ROC.
Jadi tidak heran, orang Indonesia tidak dianggap asing di Taiwan ini. setidaknya begitulah yang saya rasakan. :)


Mengunjungi Taiwan
Satu-satunya cara mengunjungi Taiwan adalah menggunakan Pesawat Terbang. Kapal laut bisa juga sih, tapi apa mau lama..? hehe..
Penerbangan langsung biasanya dari Jakarta ke ibukotanya Taipei ditempuh dalam waktu 5 jam 30 menit. Sedangkan penerbangan transit bisa ditempuh mulai dari 7 jam, tergantung dari mana transitnya. Biasanya, orang Indonesia yang berkunjung ke Taiwan akan transit di Hongkong. Namun kadang-kadang ada juga yang tansit dulu di kota negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Kuala Lumpur, Manila, maupun bangkok.
Transit di Hongkong atau negara ASEAN tidak membutuhkan VISA.
Selain Jakarta, kota Surabaya juga punya penerbangan langsung ke Taiwan.
Maskapai penerbangan dari Jakarta antara lain: China Airlines, EVA Air, dan Cathay Pacific.

Ada banyak hal menarik tentang Taiwan, seperti 'massal'-nya TKI kita hehe..., Transportasi Publiknya, Tata kelola pemkotnya, dll.
Barangkali akan saya kupas di kesempatan berikutnya, ya.

Terima kasih :)

No comments:

Post a Comment